Disuntik itu Ternyata Menyakitkan

Udah pikiran pusiing mikirin UNAS, badan pada greges, Hujan tak kunjung tiba, Uang abis pisan…Lengkap sudah penderitaanku sebagai orang yang tertindas oleh suasana. Tadinya sih gag niat dateng ke sekolah, kan niatnya sakit, pengen bubu di rumah wae…

Tapi dasar nasib tak di duga tak di nanya..adaaa aja bisikan malaikat yang nyuruh aku berangkat sekolah. yah, jadi sambil jalan terbopong-bopong, dan keadaan yang masih di cincing sang fajar aku berangkat menuju ke sekolah.

Di sekolah sih biasa aja, ada temen-temen, ada guru-guru, ada donor darah,….donor darah?? he’em..di sekolah lagi di adain bakti sosial, sekolah kita kan pengen menunjukan rasa solidaritasnya. jadi kita manggil para “pengembat darah” untuk ngambil sedikit darah kita. Aku sih gag ikud, aku kan lagi puasa..haha..

jadi ngapain di ceritain ya?? beeh..

Lanjut aja langsung ke suasana waktu pulang sekolah. nah, disinilah aku merasakan gejala aneh. tubuhku seolah bergejolak dengan udara di sekitar. Darah mengalir begitu cepat, jantung berdegup kencang bagaikan tentara yang berlari di kejar anjing, kepala seperti terbanting ke kanan dan ke kiri. ini kah yang di namakan dengan sakit?? haha…

aku kesal dengan situasi seperti ini. bagaimana tidak? sebentar lagi UNAS, aku juga harus selesaikan proyekku. wah, bener-bener sesuatu yang menyulitkan hati dan body.

sore hari menjelang, aku mengadakan dialog dengan ibuku,

aku : Ma, aku kayanya mau sakit..

mama : ya minum obat lo mas..

aku : minum obat terus?? tiap hari jg minum obat kan?

mama : yasuda, ntar mama teLvonin Dr Rony ( berperan sebagai dokternya mama )

aku : iya ma…

setelah debat yang begitu sengit, aku segera mengambil tindakan cepat yang dapat menyelamatkan hidupku. segera ku berlari ke arah salah satu ruangan di rumahku, kuambil sehelai kain tebal, dan langsung berbaring dengan santainya di kasur…yeaahhh..

malam hari tiba, di tengah proyekku yang tidak begitu jelas asal usulnya, terdengar suara orang menekan bel. aku tidak pernah peduli siapa yang datang, tapi keanehan terjadi di kamarku. Di malam yang dingin dan sepi, aku mencium sebuah aroma yang tidak asing..bukan asap, bukan kentut. kulihat keluar rumah…heemm..ternyata bau itu adalah bau obat!!

waaaaaa….dia datang!!!!

dengan langkah sedikit Me-MALU-Kan aku datang ke arah dokter tadi. Deg-deg..deg-deg…

dokter : tanganya di genggam ya mas..

aku : iya, saya pasrah dok..

dokter : ini gag sakit kok..

aku : sudah tau dok…haha

*suntikan 1 =

– tangan kanan

– pembuluh vena

– jarum suntik

– obat 10 mL

/cuuusss…jLep..jLep..\ tanganku merasa anneh!! ni gag seperti suntik biasanya…SAKIITTT!!!!

dokter : sakit mas?? kok aneh ya?? ini mungkin pembuluhnya terlalu tebal??

aku : (emange aku badak ta??)

dokter : saya tarik dulu mas ya…suntiknya di tangan kiri ajja..

aku : (pasrah…)

*suntikan ke 2 =

– Tangan kiri

– pembuluh vena

– jarum suntik bekas kanan

– obat sisa 8 mL

/cuussss..jLep..jLep…\ ni baru masuk akal…rasanya normal..aku uda 3 kali suntik di vena, rasanya emang bgini…

aku : dok, yg kanan mati rasa…

dokter : cuma 5 menit kq mas..

aku : oiya dok…

Sampai aku menulis tulisan ini, aku masi merasa kemeng (keren tapi meneng) hahaha…cuma memang sedikit berkurang mati rasanya..

DISUNTIK ITU TERNYATA MENYAKITKAN….tangan kanan..

haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: