PLTN : Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Sedikit info menarik tentang PLTN…sebenernya saya juga gag seberapa paham, tapi gag ada saLahnya jg kan kLo kita saLing sharing?? haha…

Monggo…

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir merupakan sumber energi alternativ yang bisa menjawab persoalan kelangkaan energi dunia. Tercatat sekarang ini ada 439 reaktor yang dijalankan oleh 35 negara di bumi ini. nah, 439 reaktor ini udah bisa memenuhi 16% kebutuhan total listrik dunia loh!! selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ini juga ramah lingkungann, karena Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sangat sedikit menghasilkan gas rumah kaca.

sekarang mari aku jeLaskan tentang prosesnya,

Penambangan Uranium

Uranium ini dijadikan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Penambanganya dilakukan di pertambangan bawah tanah, tempatnya itu ada di Kanada, Amerika Serikat, Brazil, Kazakhstan, Australia, Namibia, dll. Penambanganya ini di awasi ketat oleh IAEA. dan semua hasil tambang yang di ambil dari perut bumi ini, dicatat dengan seksama untuk menghindari penyalahgunaan hasil tambang tersebut.

Pengangkutan Uranium

Uranium di angkut oleh truk atau kereta dengan kontainer khusus untuk meminimalisir kebocoran dan bahaya radiasi.

Pengayaan Uranium

Umumnya sebagian besar hasil tambang tersebut merupakan campuran. Sedangkan Uranium Isotop 235 (U-235), yang merupakan bahan bakar yang di inginkan, hanya ada 0,7% saja, selebihnya sebesar 99,3% adalah bahan bakar isotop 238 (U-238). Untuk itu dilakukan proses pengayaan (enrichment) untuk mendapatkan uranium isotop 235 (U-235).

Pembangkitan Listrik

Uranium yang telah melalui proses pengayaan selanjutnya di jadikan bahan bakar. disini dilakukan reaksi pemecahan terhadap atom uranium yang sudah diperkaya tadi. Reaksi pemecahan atom uranium tersebut akan menghasilkan panas yang sangat tinggi yang akan memanaskan air di sekitar rektor. uap yang dihasilkan dari proses pemanasan itu akan memutar turbin. Selanjutnya, proses berjalan layaknya semua pembangkit. yaitu turbin berputar dan prinsip elektromagnetik menghasilkan listrik yang besar.

Pengolahan Limbah

Reaksi pemecahan di reaktor akan menghasilkan limbah radioaktif yang sangat berbahaya. Limbah tersebuttak bisa begitu saja di buang ke alam. diperlukan pengolahan khusus agar limbah ini tidak mencemari alam. Biasanya limbah ini akan diolah kembali dengan cara menambahkan beberapa bahan kimia, yang dapat menghasilkan plutonium. plutonium sendiri juga dapat di gunakan sebagai bahan pembuat nuklir. maka dari itu, dalam proses pengolaha ini tetap dengan pengawasan yang super ketat.

Pembuangan Limbah

Limbah yang sudah di olah, tidak semuanya dapat menghasilkan produk sampingan berupa plutonium. jadi limbah yang memang sudah tidak dapat di pakai lagi akan di buang. tapi, tempat membuangnya biasanya dilakukan di tempat-tempat terpencil seperti Yucca Mountain di AS, atau mungkin di timbun di dasar laut. hal ini untuk menghindari radiasi dari limbah tersebut. karena umur bertahanya ke-radioaktifan limbah tersebut, dapat mencapai ratusan tahun.

PRINSIP KERJA REAKTOR

PLTN ada yang berjenis PWR (pressurized-light water reactor) atau reaktor air tekan. PWR menggunakan 2 sistem pendingin, primer dan sekunder, berbeda dengan jenis BWR (boiling water reactor) yang hanya menggunakan satu sistem pendingin.

Reaktor ini merupakan reaktor yang teraman saat ini. Reaktor tipe ini adalah reaktor generasi ketiga, sementar rektor generasi ke empat masih dalam tahap desain dan baru bisa dipakai kira-kira tahun 2035. Tipe ini aman karena serba otomatis dalam penggunaanya. Reaktor akan secara otomatis mati jika ada kesalahan yang tidak di inginkan.


Kecelakaan PLTN di dunia

12 desember 1952

– kecelakaan pertama PLTN.

– Kecelakaan pada reaktor NRX milik Atomic Energy of Canada Limited di chalk river, ontario, Kanada.

– 30 kg uranium tumpah

– tak ada korban jiwa

28 maret 1979

– raktor three mile island di middletown, Pensylvania, USA

– Karena kesalahan pekerja

– inti fisi meleleh, darah sekitar terkena radiasi di bawah standar keamanan

– tidak ada korban jiwa, dan kerusakan yang berarti

26 april 1986

– kecelakaan PLTN terparah

– PLTN Chernobyl di uni soviet (sekarang di daerah ukraina)

– terjadi ledakan besar

– disebabkan oleh adanya percobaan yang tidak mengikuti aturan

sekitar 50 pekerja tewas, dan menyebabkan radiasi yang berdampak kanker hingga menimbulkan kematian

30 september 1999

– terjadi di jepang

terjadi di fasilitas pemrosesan kembali

– 2 orang meninggal, dan 119 orang terkena radiasi, namun masih di bawah standar

november 2005

– reaktor milik exelon bocor

– tidak ada yang terkontaminasi, tanah dan air stabil

– pihak exelon di hukum oleh Nuclear Regulatory Comission untuk menyediakan air bersih, sebagai tindakan preventif.

16 juli 2007

– Nigata, Jepang

– terjadi kebocoran pada level 1 dari lima lapisan keamanan yang ada.

– menyebabkan gempa berkekuatan 6,8 SR

PLTN di Indonesia

: :1954: :

dibentuk komita nasional untuk investigasi radioaktif yg dipicu berbagai percobaan senjata atom yg dilakukan di perairan pasifik yang di khawatirkan memberikan dampak buruk bagi indonesia.

: : 1956 : :

Berbagai seminar di yogyakarta dan bandung, guna menekankan urgensi pemanfaatan nuklir

: :1958: :

tanggal 5 desember dibentuk badan Dewan Tenaga Atom (BATAN) dan Lembaga Tenaga atom (LTA)

: :1965: :

reaktor pertama (TRIGA Mark II) diresmikan di Bandung

: :1966: :

Pusat Riset Nuklir didirikan di Jakarta

: :1968: :

Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama diresmikan di babasari, yogyakarta

: :1972: :

Komisi persiapan Pembangunan PLTN dibentuk oleh BATAN

: :1978: :

Semenanjung Muria diputuskan sebagai tempat yg paling ideal untuk mendirikan PLTN, namun tertunda karena masalah dana dan menunggu riset di serpong selesai.

: :1979: :

Reaktor Kartini diresmikan di Yogyakarta

: :1987: :

Reaktor berdaya 30 megawatt diresmikan dengan nama GA Siwabessy di Puspitek, Serpong

: :1966: :

Studi kelayakan rencana PLTN Lemah Abang, semenanjung Muria selesai

: :2004: :

reaktor nuklir di muria diaktifkan kembali, akan tetapi mendapatkan tantangan keras dari masyarakat sekitar, sampai saat ini.

Jadi pada hakikatnya, PLTN merupakan pembangkit Listrik yang sangat sangat sangat menguntungkan. seLain bahan bakarnya yang tidak mudah habis, PLTN juga ramah lingkungan. karena PLTN hanya sedikit menghasilkan gas rumah kaca. Namun di sisi lain, apabila terjadi kesalahan sedikit pada reaktornya, akibatnya bisa berujung dengan bencana alam.

Sekian infonya, ngetiknya capek banget, tapi, semoga bermanfaat, haha….tenkyu..

Satu Tanggapan

  1. WELHA info bagus nih…….
    tapi benarkah kita sudah siap untuk go PLTN?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: